Okay... let's start again!
Karakter org aust di dalam tempat pekerjaan, tergantung dari latar belakang bangsa masing2. Kalau orang asli aust nya (bule), ada yang rendah hati dan mau membaur dalam membina hubungan teman sekerja dengan orang2 pendatang, ada juga yang agak menutup diri atau menjaga jarak dengan kami para pendatang (immigrant).
Sedangkan utk orang yg bukan penduduk asli (misalkan orang lebanese, India, chinese, Filipina dsb) tp sudah warga negara Australia, mereka juga memiliki beragam sifat dan karakter. Manager saya yang berasal dari Lebanon, dia memiliki karakter yang cuek (tidak terlalu care dengan anak buahnya). Bahkan, saya bisa menilai, sifatnya hanya mementingkan dirinya sendiri. Kurang bisa membela anak buahnya kalau ada anak buahnya sedang dalam kesulitan. Yang dia pikirkan hanyalah bagaimana dia bisa mendapat "credit" utk dirinya sendiri sebagai manager dari department yg dia bawahi. Hasilnya, ya kita2 para pegawai yang di tuntut utk kerja keras demi keberhasilan atau prestasi dia di tempat pekerjaan.
Pada saat saya berbusiness di sydney, keadaan berbeda lagi sehubungan dengan latar belakang orang2 yang berafiliasi dengan business yang kami jalani. Tetapi, kebanyakan yang kami temui dalam business colleague kami, mereka adalah orang2 yang supportive dan sangat mendukung usaha kami sebagai exporter pada saat itu. Bahkan sampai saat ini pun setelah usaha kami tutup, beberapa dari mereka masih membina hubungan yang baik dengan kami. Salah satu dari mereka yang amat sangat baik berlatar belakang bangsa Palestina. Orang ini bahkan seperti keluarga sendiri saja yang selalu meng-encourage kami dalam segala hal. Jadi, pada umumnya mereka (teman2 dalam business) lumayan cukup supportive dan sangat membantu dalam segala hal.
Didalam hal pergaulan sehari2, teman2 yang kami kenal boleh dikatakan cukup okay lah. Orang2 Australia nya saya bisa rasakan lebih concern dan care dari pada orang2 indonesia yang berdomisili di aust. Orang2 Aust yang kami kenal, kalau kami dalam kesusahan mereka akan berusaha memberi jalan keluar sedangkan teman2 orang Indonesia yang kami kenal, kalau mereka tahu kita dalam kesusahan, perlahan2 akan mundur sedikit demi sedikit. Takut kalau kita akan meminta pertolongan atau bantuan dari mereka. Komunikasi perlahan2 akan memudar dan pura2 sibuk dengan urusan2 mereka. Seharusnya teman sesama bangsa harusnya lebih saling tolong menolong dari pada teman bangsa lain ya. Ke-egoisan orang2 indo yang ada di sydney kentara sekali dibandingkan orang2 bulenya. Mungkin karena mereka juga orang dirantau, takut kalau ada apa2 jauh dari keluarga yg ada di indonesia atau mungkin sifat yang gengsi (harga diri) yang terlalu dijaga ketat sehingga menutup diri utk hal2 yang bersifat "Helping each other" itu tidak keluar dari diri mereka.
Itulah kira2 yang saya bisa sampaikan dan rasakan in general ttg situasi kehidupan bermasyarakat di negeri orang.
Mudah2 an ini bisa menjadikan bekal kamu di masa yang akan datang. heheheheheheheheheh.
Tidak perduli dimana saja dan kapan saja, jadilah orang indonesia yang memiliki karakter Kristus yang penuh dengan kasih. Karena Kasih Kristus adalah kasih yang tidak bersyarat. Sedangkan kasih manusia dimanapun saja pasti bersyarat. Tul gak, sayang???
Be a blessing for other people! That's the prayer that we have to ask from God. Not asking for blessing all the time from God.
God bless you, Novi!!!!
Love You so much!
TT JV
Sent via Facebook Mobile
Elisa Novita
Minggu, 15 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar